Lestarikan Budaya Lokal, Program "Kamis Beradat" di Lampung Tuai Dampak Positif

Diterbitkan pada : Kamis, 22 Januari 2026 15:46 WIB

Kategori :

BANDAR LAMPUNG – Kebijakan Kamis Beradat yang digagas oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dinilai berhasil memperkuat identitas budaya di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengungkapkan bahwa program ini secara efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa daerah.

"Program ini bukan sekadar formalitas. Kami melihat siswa mulai aktif menggunakan bahasa Lampung dalam interaksi sehari-hari di sekolah, tidak hanya sebatas mengenal teorinya saja," ujar Thomas pada Minggu (18/1/2026).

Transformasi Sekolah Setiap Hari Kamis

Sejak diterapkan secara konsisten, setiap hari Kamis sekolah-sekolah di Lampung bertransformasi melalui dua poin utama sesuai Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025:

  1. Komunikasi Bahasa Daerah: Seluruh aktivitas, mulai dari acara seremonial hingga percakapan santai di lingkungan sekolah, wajib menggunakan bahasa Lampung.

  2. Identitas Visual: Siswa dan tenaga pendidik diwajibkan mengenakan batik bermotif khas Lampung untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap wastra lokal.

Membangun Ekosistem Budaya yang Luas

Thomas menambahkan bahwa Kamis Beradat bertujuan menciptakan ekosistem pelestarian budaya yang tidak hanya terbatas di sekolah, tetapi juga di seluruh kantor pemerintahan. Dengan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar, diharapkan bahasa daerah tetap hidup dan relevan lintas generasi.

"Ini adalah langkah konkret Pemprov Lampung untuk menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap kearifan lokal sejak dini. Kami ingin memastikan budaya Lampung tetap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri," pungkasnya.

Sumber Berita : Smartnews.id

Berita Terkait